ORANG KAYA DAN ORANG MISKIN ( pelapisan sosial dan kesamaan derajat)
Dalam kehidupan bermasyarakat pasti saja ada
tingkatan sosialnya. Antara yang kaya dan miskin begitu terlihat kesenjangan.
Tapi seperti yang kita ketahui kita di ciptakan di dunia ini oleh tuhan
mempunyai derajat yang sama. Yang membedakan hanyalah akhlaknya. Persamaan
derajat ini dimaksudkan bahwa setiap manusia yang tinggal di muka bumi ini
mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi dan terpenuhi. Apa itu
persamaan derajat?, persamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan
antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya
orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap
masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat
penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu
berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki
kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang
diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.
Dunia ini memang penuh panggung sandiwara.
Banyak orang melakukan sandiwara tapi bukan untuk sebuah karya film, melainkan
untuk kepentingan pribadi. Salah satu contoh yang kali ini CS-Pe bahas adalah
perbedaan pelayanan atau penyambutan antara si kaya dan si miskin.
Orang-orang sekarang sudah termakan oleh
dunia. Dimana mereka mementingkan urusan dunia dari pada menghargai sesama
manusia. Lihat saja setiap ada acara atau hajatan besar, pasti bangku depan
adalah tempat yang disediakan untuk para pejabat atau orang yang dipandang
memiliki kekuasaan alias kaya. Padahal umumnya mereka selalu datang terlambat.
Yang datang tepat waktu bahkan lebih awal, apalagi kalau itu orang biasa pasti
diberi tempat yang belakang. Disamping itu, lihatlah orang-orang yang tak punya
perasaan, mereka selalu berpenampilan menarik dan rapi ketika yang punya hajat
adalah orang besar atau pejabat. Namun ketika yang punya hajat adalah (maaf)
'orang miskin', mereka akan tampil seadanya tanpa memikirkan daya tarik dan
kerapian. Mereka kalau ditanya soal itu, pasti jawabannya adalah menyesuaikan
tempat.
Haruskah kita sesama manusia dan sama
derajatnya di mata Allah, bersikap seperti itu ? Itu bukan ajaran agama.
Seharusnya kita tidak boleh membeda-bedakan, yang terpenting adalah
kedatangannya bukan karena materi yang dipunyai. Di mata Allah itu semuanya sama yang membedakan hanyalah iman dan taqwa. Sejalan dengan hal itu, para
pejabat seharusnya juga menyadari tidak boleh merasa dirinya yang harus di
hormati. Yah, kalau ingin dihormati mudah saja caranya. Setiap kali jalan,
bawalah bendera meraj putih, pasti banyak orang yang hormat pada anda.
Kaya atau miskin itu intinya sama. Kalau
mati sama-sama dikubur tanpa membawa apapun. Tidak ada perbedaan pelayanan
kematian, karena Allah Maha Adil. Jadi, jangan terpengaruh terlalu dalam oleh
duniawi. Hal itu tak akan berlangsung lama dan tak akan abadi, yang abadi
adalah amal dan perbuatan kita, yang juga akan menjadi bekal kita sewaktu kita
mati. Dengan tidak membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin, kita sudah
termasuk golongan orang yang tidak duniawi. Itu juga merupakan contoh perbuatan
yang amat mulia. Jadi, tidak ada perbedaan derajat manusia berdasarkan hal
duniawi, yang membedakan adalah amal dan perbuatannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar