URBANISASI ( masyarakat perkotaan dan masyarakat perdesaan)
Manusia hidup
berdampingan dengan manusia lain tentu saling membutuhkan satu dengan yang
lain. Tidak hanya antarmanusia yang saling membutuhkan, namun antardaerah di
mana manusia itu tinggal juga saling membutuhkan dan saling mememenuhi
keperluan hidup. Masyarakat perkotaan dan pedesaan terdapat hubungan yang erat,
bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membutuhkan.
Adanya ketergantungan
Masyarakat kota dalam memenuhi kebutahan sehari-harinya, yaitu masyarakat kota
membutuhkan bahan pangan yang dikirim dari pedesaan seperti beras, sayar-mayur,
buah-buahan, dan daging hasil ternak dari desa, dan masyarakat kota pun masih
memerlukan tenaga kerja kasar dari masyarakat desa seperti petukangan untuk
membangun rumah dan pekerjaan kasar lainnya yang tidak biasa dikerjakan oleh
masyarakat kota.
Masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah dua komunitas yang saling membutuhkan. Di antara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan karena keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Masyarakat kota bergantung pada masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhannya akan bahan – bahan pangan seperti beras, sayur- mayur, daging dan ikan.
Masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah dua komunitas yang saling membutuhkan. Di antara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan karena keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Masyarakat kota bergantung pada masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhannya akan bahan – bahan pangan seperti beras, sayur- mayur, daging dan ikan.
Berikut ini beberapa hubungan
ketergantungan antara masyarakat Pedesaan dan masyarkata perkotaan.
- Kota tergantung pada desa dalam memenuhi
kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur-mayur,
daging, dan ikan. Orang desa membutuhkan seperti bahan-bahan pakaian, alat
dan obatobatan pembasmi hama pertanian yang dihasilkan oleh orang kota.
- Desa juga merupakan sumber tenaga pekerja kasar
bagi jenis – jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan untuk bekerja di
kota. Mereka ini biasanya adalah pekerja – pekerja musiman. Pada saat
musim tanam, mereka sibuk bekerja di sawah dan selagi menunggu masa panen,
mereka mencari pekerjaan lain untuk mencari tambahan penghasilanya
bagiamana teknologi yang canggih yang lebih praktis untuk menangani
pekerjaan mereka di desa.
- Masyarakat desa pun memiliki ketergantungan
terhadap masyarakat kota yaitu memerlukan pasokan listrik yang para
ahlinya dari perkotaan, karena banyak desa yang belum memiliki aliran
listrik. Listrik ini juga dibutuhkan masyarakat desa untuk mengetahui
Informasi yang ada di kota melalui Televisi yang dibeli dari kota dan
barang-barang elektronik lainnya.
- Masyarakat desa juga memerlukan obat-obatan dan
pakaian yang di produksi di kota demi keberlangsungan hidupnya. Dan
masyarakat desa juga memerlukan bantuan dari masyarakat kota dimana dalam
hal pekerjaan mereka ingin lebih baik lagi yaitu dengan diadakannya
sosialisasi ke desa bagiamana teknologi yang canggih yang lebih praktis
untuk menangani pekerjaan mereka di desa.
Sekarang ini banyak
sekali masyarakat perdesaan yang datang ke kota untuk mencari nafkah karena
apa? Karena kurangnya lapangan pekerjaan diperdesaan, itu mengakibatkan
berbagai dampak yang buruk untuk daerah yang di datangi
Urbanisasi di kota dapat menimbulkan masalah “over urbanization” dan
“urban primacy “. Over urbanization” yaitu kelebihan penduduk
sehingga melebihi daya tampung kota. Ini merupakan gejala makin meningkatnya
daya tarik kota besar yang menimbulkandysfunctional condition. Hal ini
dapat dilihat dengan ketimpangan antar daerah dan semakim beratnya beban
pemerintah kota. Sedangkan urban primacy adalah timbulnya
dominasi kota besar terhadap kota-kota kecil sehingga tidak berkembang,
dominasi tersebut dapat dilihat dari konsentrasi ekonomi, alokasi sumber
daya, pusat pemasaran, pusat pemerintahan dan nilai-nilai sosial politik.
Over urbanization dan urban
primacy adalah merupakan masalah yang di rasakan oleh kota dimana akan
menimbulkan masalah-masalah yang akan mempengaruhi perkembangan suatu kota,
adapun masalah-masalah yang dapat ditimbulkan antara lain :
1.
Pengangguran
2.
Perumahan /
Permukiman Kumuh
3.
Transportasi / Lalu Lintas
4.
Degradasi Moral dan Kejahatan
adapun strategi yang tepat untuk menanggulangi
persoalan migrasi dan kaitannya dengan kesempatan kerja secara komprehensif,
adalah sebagai berikut :
1.
Penciptaan keseimbangan ekonomi
yang memadai antara desa - kota.
Keseimbangan kesempatan ekonomi yang lebih layak antara desa dan kota
merupakan suatu unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam strategi untuk menanggulangi masalah
pengangguran di desa-desa maupun di perkotaan, jadi dalam hal ini perlu ada
titik berat pembangunan ke sektor perdesaan.
2.
Perluasan industri-industri kecil yang padat karya.
Komposisi atau paduan output sangat mempengaruhi jangkauan kesempatan
kerja karena beberapa produk. Membutuhkan lebih banyak tenaga kerja bagi tiap
unit output dan tiap unit modal dari pada produk atau barang lainnya.
3.
Penghapusan distorsi harga faktor-faktor produksi
Untuk meningkatkan kesempatan
kerja dan memperbaiki penggunaan sumber daya modal langka yang tersedia maka
upaya untuk menghilangkan distorsi harga faktor produksi, terutama melalui
penghapusan berbagai subsidi modal dan menghentikan pembakuan tingkat upah
diatas harga pasar.
4.
Pemilihan teknologi produksi padat karya yang tepat
Salah satu faktor utama yang menghambat keberhasilan setiap program
penciptaan kesempatan kerja dalam jangka panjang baik pada sektor industri di
perkotaan maupun pada sektor pertanian diperdesaan adalah terlalu besarnya
kekaguman dan kepercayaan pemerintah dari negara-negara dunia ketiga terhadap
mesin-mesin dan aneka peralatan yang canggih (biasanya hemat tenaga kerja) yang
diimpor dari negara-negara maju.
5.
Pengubahan keterkaitan langsung antara pendidikan dan kesempatan kerja.
Munculnya fenomena “pengangguran berpendidikan” dibanyak negara
berkembang mengundang berbagai pertanyaan tentang kelayakan pengembangan
pendidikan khususnya pendidikan tinggi secara besar-besaran yang terkadang
kelewat berlebihan.
6.
Pengurangan laju pertumbuhan penduduk melalui upaya pengentasan
kemiskinan absolut dan perbaikan distribusi pendapatan yang disertai dengan
penggalakan program keluarga berencana dan penyediaan pelayanan kesehatan di daerah perdesaan.
Selain itu dikena pula pembangunan agropolitan yang dapat mendorong
kegiatan sektor pertanian dan sektor komplemennya di wilayah perdesaan. Untuk
itu diharapkan adanya kebijaksanaan desentralisasi, sehingga terjadi
keseimbangan ekonomi secara spasial antar wilayah perdesaan dengan kawasan
perkotaan yang lebih baik dan sekaligus mampu menyumbang pada pertumbuhan
ekonomi yang lebih tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar